Saya orang biasa. Tamat dari Gontor, dan berakhir di Binus. Hari-hari saya isi dengan mengajar, melatih, dan menulis kode, termasuk merawat satu usaha kecil yang tak ramai dikenal nama-nya. Saya pikir itu lebih dari cukup.
Saya pernah jadi aktivis mahasiswa. Babak itu mengajarkan satu hal: panggung politik kerap menukar makna dengan bunyi. Sejak itu saya memilih bekerja dengan tenang, dan menjadi sangat hemat dalam berelasi dan berkawan. Hanya dengan mereka yang masih percaya bahwa saling menghargai bukan adegan.
Rumah biasanya jadi tempat saya dalam 24 jam tanpa jedah. Di sana cukup ada buku, layar, dan keheningan yang tidak menuntut apa-apa. Ruang ini saya buat untuk menampung apa yang sempat saya tulis, kerjakan, atau pelajari, pelan-pelan, tanpa gimik.
